Wednesday, January 28, 2009

Gerhana Matahari

Tanggal 26 Januari 2009 lalu terjadi gerhana matahari dari pukul 12.00 - 17.00 WIB. Apa itu gerhana matahari? Yakni, ketika matahari sepenuhnya tertutupi oleh bulan. Di Indonesia, gerhana matahari total bisa dilihat dari pulau kalimantan. Sementara di Jakarta hanya 85%. Artinya, kita yang tinggal di jakarta tidak bisa melihat ketika matahari bulat2 ditelan oleh matahari.

Menurut berita, gerhana matahari bisa dilihat dengan kaca mata hitam biasa ga perlu teropong atau apalah yang ribet. Karena gw n misua penasaran, sekitar pukul 16.00 WIB kita keluar. Dan... Subhanallah. Allah Maha Agung. Indah sekali... tak lupa kami foto2.




o iya, terjadinya gerhana matahari ini juga bebarengan dengan Imlek, alias tahun baru Cina. So, suhu Bingo, Menurut Anda, apa yang akan terjadi di tahun 2009 dengan adanya gerhana matahari di hari I tahun Cina ini?

Wednesday, January 21, 2009

Dika 5 bulan


Udah bisa angkat badan n pantat (tidak bersamaan). Udah bisa merangkak mundur (belum maju2 nih). udah bisa bolak-balik sendiri. Udah bisa marah n protes. Udah bisa buka baju ibunya utk nyari puting susu (hehe...). Yang pasti tambah bawel n centil (ps. keturunan bapaknya)

Monday, January 5, 2009

Merasa jadi manusia paling egois di dunia...

Sunday, January 4, 2009

Obat Flu Untuk Bayi

buat para ibu, ini ada referensi artikel tentang bagaimana cara menangani batuk si kecil.

Kalau bayi ASI eksklusif terserang flu, apakah tetap tak perlu minum obat?

Bayi yang mendapat ASI saja hingga 6 bulan, tanpa tambahan asupan apa pun, terbukti lebih jarang terserang flu dan penyakit infeksi lain. ASI, seperti diketahui, mengandung zat-zat kekebalan tubuh (imunoglobulin) yang tidak terdapat pada susu formula. Namun begitu, bukan tidak mungkin bayi ASI pun terpapar influenza. Mengapa demikian? “Daya tahan tubuh yang rentan menyebabkan bayi mudah tertular batuk-pilek. Terutama dari orang-orang di sekitarnya yang sedang sakit flu. Jadi bukan karena ASI-nya yang tidak mujarab lo. Bisa dibayangkan bayi yang mendapat ASI eksklusif saja berpeluang terkena flu, apalagi bayi yang tidak ASI,” jawab Dr. Attila Dewanti, Sp.A.

Yang perlu diketahui, flu pada bayi tidak jauh berbeda dengan flu pada orang dewasa. Bayi akan mengalami gejala-gejala seperti hidung tersumbat, bersin-bersin, kadang disertai demam juga kemerahan di sekitar hidung dan mata. Si kecil jadi acap rewel dan susah tidur. Wajar bila orangtua jadi khawatir. Namun Attila tidak menyarankan kita untuk buru-buru memberinya obat­obatan yang membuat pemberian ASI jadi tidak eksklusif lagi.

Persoalannya, kalau tidak minum obat apakah flu pada bayi bisa sembuh sendiri? Bisa, kok, karena penyebab penyakit flu adalah virus yang umumnya akan mereda dalam waktu 4-7 hari. Hingga saat ini pun sebenarnya belum ada obat mujarab untuk membunuh virus. Obat flu yang ada hanya sekadar untuk meringankan gejala-gejalanya saja, seperti obat penurun demam, pelega hidung tersumbat, dan pengencer lendir.
Jadi memungkinkan sekali menyembuhkan flu bayi tanpa obatan-obatan. Caranya? Inilah kiat dari Attila:

* Meningkatkan imunitas
Dengan imunitas yang baik, bayi akan mampu membunuh virus yang menyerangnya. Saat ia terpapar flu, gempur penyakit itu dengan terus memberikan ASI. Malah kalau memungkinkan frekuensinya dipersering. Jangan lupa tingkatkan kualitas dan kuantitas ASI ibu dengan mengonsumsi makanan dan minuman kaya vitamin.

* Perbanyak asupan cairan
Untuk bayi di bawah 6 bulan, cairan hanya berupa ASI. Asupan cairan baik untuk mengontrol panas tubuh bayi, menghindarkan dirinya dari bahaya dehidrasi dan menjaga kondisi bayi agar tidak lebih parah.

* Mengeluarkan lendir
Ingus (bila keluar dari hidung) atau dahak (dari tenggorokan) bukanlah penyakit. Justru lendir tersebut adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan virus flu yang sedang menyerang. Bayi yang mengalami kesulitan mengeluarkan ingus mesti dibantu dengan menyedotnya agar tidak menghambat saluran pernapasannya (untuk caranya lihat boks).
Jika lendirnya kering dan hidung bayi tersumbat, cukup berikan obat tetes NaCL fisiologis 0.9% (20 ml) untuk melembapkan saluran pernapasannya. Teteskan paling tidak 3 kali sehari. Lendir yang lebih encer akan lebih mudah dikeluarkan lewat bersin, ingus di hidung, batuk, atau masuk ke dalam pencernaan bayi.

* Buat ruangan menjadi hangat
Ciptakan ruangan sehangat mungkin. Hindari udara yang terlalu kering. Jadi sebaiknya perhatikan pemakaian AC. Hawa kering dan dingin yang ditimbulkan penyejuk rungan bisa membuat lendir bayi mengering yang semakin membuatnya sulit bernapas.

* Ciptakan rasa nyaman dan aman
Flu membuat bayi cenderung rewel. Untuk itu beri dia rasa nyaman. Masing-masing ibu biasanya memiliki cara tersendiri untuk itu. Namun perlu diketahui, menggendong dengan teknik kontak kulit ke kulit (bayi didekap di dada ibu) baik untuk menetralisasi panas tubuh si kecil. Menjemur bayi antara pukul 07.00-08.00 pun membantu mengatasi flu.

* Lakukan fisioterapi
Bila dengan berbagai cara, flu yang diderita si kecil belum juga membaik dalam beberapa hari, pertimbangkan untuk melakukan inhalasi dengan membawa bayi ke klinik fisioterapi. Dengan fisioterapi lendir yang ada di saluran pernapasan anak juga akan luluh dan terbuang lewat feses.

OBAT FLU BAYI TIDAK ASI
Sebenarnya treatment untuk bayi tidak ASI yang sedang menderita flu tidak jauh berbeda. Tak perlu tergesa-gesa memberinya obat dan lakukanlah hal-hal di atas tadi. Cukup dengan asupan susu formula yang lebih banyak dan air putih. Bagi bayi 6 bulan ke atas (yang sudah mendapatkan makanan padat), buah segar dan sup/air kaldu akan membantu mengatasi hidung mampatnya.

Namun, bila flu dirasa begitu mengganggu (bayi terus-menerus menangis, demam tidak turun, sulit tidur), obat-obatan mulai bisa dipertimbangkan. Ini agar flu tidak sampai mengganggu kenyamanannya. Inilah beberapa obat yang dapat digunakan untuk meringankan flu pada bayi:
Obat-obatan golongan antihistamin untuk mengurangi produk lendir sehingga napasnya menjadi lega kembali.
Obat penurun panas (ada yang mengandung asetamenofen/parasetamol atau ibuprofen) konsultasikan pada dokter anak Anda. Bila demamnya tinggi kombinasikan dengan kompres.
Obat pereda batuk (bila ada gejala batuk yang parah). Batuk berdahak bisa juga diatasi dengan inhalasi.
Suplemen vitamin diberikan agar pemulihan kondisi si kecil bisa lebih cepat. Bila nafsu makannya menurun, akan diberikan juga vitamin penambah nafsu makan bagi bayi yang sudah mendapat makanan pendamping ASI.
Hindari pemberian antibiotik karena antibiotik bukanlah obat untuk flu.

MEMBUANG INGUS
Menyedot ingus bisa dilakukan dengan mulut ibu. Namun, cara ini bukan tidak mengandung risiko. Mulut manusia, terutama bila dalam keadaan sakit, merupakan sarang kuman. Bagi orang dewasa, kuman-kuman tersebut mungkin tidak menimbulkan masalah besar. Namun bagi bayi, kuman tetaplah benda asing yang bisa membahayakan kesehatannya. Bagi bayi yang lemah, kuman di mulut ibu bisa menjadi sumber penyakit lain. Flu biasa justru bisa makin parah.

Alat sedot lendir yang banyak dijual di pasaran juga tidak bisa dikatakan aman 100%. Cara penggunaannya yang harus dimasukkan ke hidung bayi dapat mengiritasi. Lendirnya pun tidak dapat tersedot banyak. Apalagi menyedot ingus bayi dengan alat sedot mesin, cara ini tidak dianjurkan karena kelewat agresif.
Yang terbaik, lap saja hidung bayi yang beringus dengan cara menekan lembut dengan sapu tangan atau tisu bersih. Tekanan ini membantu mengeluarkan lendirnya di hidung. Untuk membersihkan bekas lendir yang sudah mengering di sekitar lubang hidung bayi, gunakan cotton bud yang sudah dibasahi. Jangan memasukkan cotton bud terlalu dalam.

KAPAN MENGHUBUNGI DOKTER
* Jika anak demam
Bayi < 3 bulan dengan suhu tubuh 38°C
Bayi 3-6 bulan dengan suhu tubuh 38,5°C
Bayi > 6 bulan dengan suhu tubuh 38,5-39°C
Demam sudah berlangsung 72 jam
Susah minum atau tidak mau minum (dikhawatirkan akan dehidrasi)
Rewel/menangis terus-menerus atau tidak dapat ditenangkan
Tidur terus-menerus, lemas dan sulit dibangunkan (lethargic)
Kejang atau kaku kuduk leher
Sesak napas
Muntah
Diare terus-menerus

* Selesma
Demam lebih dari 72 jam
Batuk lebih dari satu minggu. Atau batuk hebat dengan muntah- muntah.
Rewel
Tidur terus-menerus
sesak napas atau tampak kebiruan sekitar bibir dan mulut.
Jarang buang air kecil atau tidak mau minum.
Dahak ada darahnya.
Ingus hijau kental lebih dari 2 minggu.

* Batuk
Mengalami kesulitan bernapas (ditandai dengan bernapas sekuat tenaga; tampak otot-otot di sela-sela iga tertarik ke dalam.
Bayi berusia < 3 bulan yang terbatuk-batuk selama beberapa jam;
Batuk-batuk yang membuat bayi sampai sulit bernapas
Ada darah pada dahak (kecuali bila anak baru saja mengalami mimisan, maka biasanya darah di dahaknya tidak perlu dikhawatirkan)

IBU YANG MINUM OBAT?
Salah besar bila ada anggapan, untuk menyembuhkan flu yang diderita bayi, cukup ibu (menyusui) saja yang minum obatnya. Toh, nanti obat itu akan masuk ke tubuh bayi melalui ASI. Ini jelas tidak benar. Berbeda kalau ibu menyusui yang terkena flu, tentu boleh minum obat. Tapi obatnya mesti yang aman bagi ibu menyusui. Untuk itu konsultasikan sebelumnya dengan dokter.

Diuap Yuk...

Seminggu kemaren dika batuk pilek. Awalnya karena tertular ibunya yang juga lagi flu, he.... Biasanya dikasih balsem Transpulmin selama 3 hari, batuk n pilek dika langsung sembuh. Tapi, kemaren transpulmin tidak mempan. Ditambah dika jalan2 ke bandung yang udaranya dingin. So, semakin parahlah flunya.

Hidung Dika meler. Untungnya gw punya alat penyedot ingus (gw ga bisa nyedot langsung kaya ibu2 jaman dulu). Alhamdulillah, sangat membantu mengeluarkan ingus Dika sehingga dia bisa bernapas dengan lega. Yang parah batuknya, karena anak bayi belum bisa mengeluarkan dahak sendiri, maka dahak dika mengental. Akhirnya sepulang dari bandung kita bawa ke dokter. Kata dokter lendirnya banyak banget, jadi selain dikasih obat untuk mengencerkan lendir, dika juga harus diuap alias difisioterapi. O, iya Dika juga dikasih obat tetes hidung n antibiotik. Tapi antibiotiknya ga gw kasih soalnya ga demam juga. Kasian kecil2 dah dikasih antibiotik.

Dika 2 kali difisioterapi selama 2 hari. Selama prosesnya, dika ga nangis padahal bayi sebelum dia yang juga difisiterapi nangis kenceng banget. Dika malah ketawa2 sama susternya. Heran... tuh anak emang susah banget nangisnya. Akhirnya, sama suster dibikin nangis, keteknya dicubit. Katanya, anak lebih baik nangis kalo gi difisioterapi. Dengan menagis, napas dia lebih panjang. Dengan napas panjang, uap yang diambil semakin banyak. Gitu...

Setelah difisioterapi, dika sempet muntah meski ga banyak. Kata susternya itu wajar. Dahak keluar dengan 2 cara. Pertama, lewat muntahan. Kedua, lewat sistem pencernaan alias eek. Berhasil, selain muntah di dua hari itu dika eek 4x. Haha... padahal biasanya dika eek du hari sekali. Sekarang, dika udah sembuh setalah 3 hari minum obat.

Selamat Tahun Baru

Selamat Tahun Baru 2009... Semoga di tahun ini kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dari tahun kemarin.
Resolusi Tahun 2009:
1. menurunkan berat badan (Teuteup...)
2. memberikan yang terbaik buat dika
3. beli motor matic (biar ga nyusahin suami kalo mo ke mana2)
4. buka usaha
5. Resign dari kantor

Malem taun baruan kemarin gw ga ke mana2. Bahkan tepat pukul 00.000 gw sedang tertidur lelap padahal di depan rumah rame banget. Para tetangga dengan semangat merayakan taun baru dengan gegap gempita. Petasan yang harga lebih dari 100ribu ramai2 dinyalakan. Berisik banget. Kedengeran sih, tapi mata males kebuka mungkin karena sebelumnya gw minum panadol gara2 seharian migren. Dika juga ga bangun, sepertinya obat batuk yg dikasih dokter ada obat tidurnya. Karena biasanya dika kan ga bisa berisik kalo lagi tidur. Alhasil, cuman misua yang merayakan tahun baru dengan para tetangga. Hihi... kasian juga.

Sebetulnya, dari dulu gw males ngerayain tahun baru apalagi mesti turun ke jalan. Buat gw, tahun baru bukanlah hari yang spesial. Angkanya cuma bertambah, so whats the big deal! Buat gw yang pantas direnungi ya ketika kita ulang tahun. Baru tuh direnungi apa yang sudah kita capai, apa yang patut kita syukuri, dan apa yang belum kita capai. But, karena banyak orang menganggap bahwa tanggal 1 Januari kemarin spesial, so Selamat Tahun Baru Yaaaaaaa.....

Monday, December 29, 2008

My First Zoo

Tanggal 27 Desember lalu akhirnya kesampean bawa Dika ke Kebon Binatang. Kebetulan kita gi mulih kampung ke bandung, so sekalian aja mampir ke kebon binatang Bandung yang sebrang2an sama ITB.


Welcome to the Zoo


Sebetulnya Dika belom ngerti sih apalagi inget kalo dia jalan2 ke kebon binatang. Gw cuman pengen ngajak dia jalan2 aja, apalagi dia kan seneng banget kalo liat pohon sama binatang. Buktinya, kalo di rumah ada kucing, matanya ga pernah lepas ngeliatin tuh kucing. Berarti meski belom ngerti, dia sudah tertarik sama benda2 yang bergerak kan?

Betul aja sesampainya di kebon binatang, Dika ga henti2nya memandang ke segala arah. Setiap benda bergerak dia liatin. Bahkan, waktu di kandang harimau matanya sampai tidak berkedip, dahinya berkerut, lucu banget deh. "Ini apa ya? kucing kok gede banget?" mungkin kira-kira itu yang ada di kepala Dika.


Dika and miss aligator


Dika and the bird

Dika sempet tertidur juga sih. Tapi over all, seneng banget bawa dika ke kebon binatang. Mudah2an bisa menstimulus dia juga untuk lebih mengenal warna dan benda. He...



Wednesday, December 24, 2008

Selamat Hari Ibu

"Selamat hari ibu ya Mah...." ucapan suami di suatu malam tgl 22 Desember lalu.

Terharu banget ngedengernya, karena ga terasa sudah jadi ibu. Kayaknya baru kemaren bercupu2 ria dgn seragam putih abu ato nongkrong2 ga jelas di kantin kampus. He....

Ibu? Kata itu begitu bermakna bagi setiap orang. Pengorbanannya tanpa pamrih untuk mengandung, melahirkan, merawat, mendidik dan mendampingi anak-anaknya sampai kapan pun meski dia sudah berkeluarga. Ibu? kata itu selalu membuat gw iri. Dari sejak SMP kelas 1, ketika ibunda yang telah melahirkan gw dipanggil Allah SWT, sampai sekarang, gw selalu iri kalo temen2 lagi cerita soal ibunya. Ada yang berantem terus (she don't know how lucky she is), ada yang sering belanja bareng, ada yang curhat-curhatan melulu, sampai ada yang hang out bareng sama ibu-ibunya

Boleh dikatakan sejak ibunda meninggal, pondasi keluarga hancur lebur. Mungkin tanpa kita sadari ternyata ibundalah jantung keluarga. Maka ketika beliau tiada, keluarga itu mati. Tidak ada kedekatan yang mendalam antara anak dan orang tua. Kami masing2 menjalani hidup sendiri-sendiri, tidak ada yang peduli satu sama lain. Kami saling menyayangi tentunya, tapi rasanya semakin hari semakin sulit untuk memperlihatkan kasih sayang itu tanpa kehadiran ibunda.

Sebetulnya, sejak kelas 2 SMP gw dibesarkan oleh seorang wanita yang baik yang dinikahi oleh papah. Dia memang baik, tetapi entah kenapa sudah ada lubang besar di hati yang ga mungkin diisi oleh siapapun. Gw sangat menghargai wanita yg telah membesarkan gw ini meskipun secara batin gw ga bisa dekat sama dia. Gw selalu menganggap dia sebagai ibu kandung, tapi darah tidak mungkin berbohong. Tidak ada ikatan yang nyata antara gw dan dia.

Ketika ibunda meninggal, gw tidak hanya kehilangan seorang ibu, tapi kehilangan tempat curhat, kehilangan tempat bersandar dan melepas lelah, kehilangan seorang sahabat, kehilangan seorang motivator. Gw seakan berjalan sendiri. Enak tidak enak, ditelan sendiri. Susah senang dialami sendiri. Lelah? Begitulah yang gw rasakan selama 14 tahun. Ingin rasanya tidur dibuaian ibunda lagi, ingin rasanya mencium harum rambutnya lagi, ingin rasanya melihat senyumnya lagi, ingin rasanya menangis dipelukannya, ingin rasanya beberbagi cerita tentang semuanya. Tapi, yang bisa gw lihat hanya tempat kosong di dalam hati. Entah kapan gw bisa memeluk dia dan berkata, "Mah, ika dah punya anak. Ika dah jadi mamah..."

So temans... jadikanlah hari ibu ini menjadi momen spesial bagi setiap ibu di dunia. Karena kita tidak bisa membayangkan kehampaan hidup tanpa seorang ibu sampai kita merasakannya sendiri. So, love her before its to late...

Monday, December 15, 2008

Dika 4 Bulan

Dah bisa tengkurep sendiri. Semalem dah mulai bisa dari tengkurep ke telentang sendiri (seringnya harus dibantu). Tambah ngoceh, akhir-akhir ini malah kalo denger lagu suka ngikutin kaya org yg gi nyanyi. Semakin 'ngeh' sama mamah-papahnya.

Sunday, December 14, 2008

Super woman? Bag 3

Pengen teriak: "Arrrrggghhhhhhhhh...."

Kerjaan di rumah ga ke handle

Dika sepertinya kurang fit

Di kantor, dikejar2 deadline

Badan juga ngedrop


Kenapa semuanya jadi berantakan?


Mungkin orang melihat semua pekerjaan gw beres. Tapi, gw ngerasa semuanya berantakan. Mungkin gw terbilang org perfeksionis. Ketika semua pekerjaan tidak dilakukan secara maksimal dan hasilnya tidak sempurna, jadi stress sendiri. Pengen teriak: "Arrrrrrgggghhhhh..."


Wednesday, December 3, 2008

Super Woman? bag 2

Setelah dilihat-lihat ternyata hanya ada dua pilihan yang bisa gw ambil. Pertama, resign dari kantor n fokus jadi ibu rumah tangga. Kedua, tetep kerja dengan komitmen tinggi.
Hmmm... bingung juga. Kalo resign, dari segi ekonomi pasti ada sesuatu yang besar akan hilang. Gw takut gw n misua belum siap apalagi sekarang ada Dika. Tapi, kalau tetep kerja, dengan kondisi tim yang ga kooperatif, males juga ya.


Untuk mengambil keputusan mari kita lihat negatif n positif dari masing2 pilihan.

1. kantor
- positif : a. tempat aktualisasi diri
b. tempat bersosialisasi
c. kesejahteraan ok (secara 4 bulan ada kenaikan gaji 40%)

- negatif : a. Tim-nya sudah tidak kooperatif
b. tidak bisa mengembangkan diri
c. penilaian kinerja tidak obyektif (lihat tulisan sebelumnya)

2. Rumah
- positif : Dika, Dika, Dika, Dika, Dika dan Dika

- negatif : a. Pemasukan pasti berkurang (rencananya mo buka usaha
sendiri plus jadi outsourcer. Mudah2an terlaksana)
b. Ga gaul secara kurang bersosialisasi (bisa YM-an plus arisan)

Dan keputusannnyaaaa.... ternyata positif di kantor masih bisa dihandle tapi kalo negatifnya, engga banget deh. So, nilai pilihan untuk stay di rumah 24 jam lebih besar ketimbak jadi pekerja. Pilihannya adalah ..... BELUM TAU JUGA. Hahaha... liat aja ke mana air mengalir deh

Tuesday, December 2, 2008

Wartawan berkinerja baik?

Apa sih yang dinilai dari kinerja seorang wartawan? Tulisan bagus plus tepat deadline. Apalagi? Ternyata engga lohhh. Di tim tempat gw bernaung, diharuskan untuk sering keluar utk wawancara. Lohhh? Emangnya gw ga pernah keluar utk wawancara? Kalo memang membutuhkan obrolan yang panjang, biasanya gw wawancara keluar kok. Kecuali, kalau untuk komen satu atau dua kalimat. Buat apa keluar, bisa lewat telp kok. Lebih efektif dan efisien.

“Dengan ketemu kita bisa mengungkap lebih banyak dari seorang narasumber. Bahkan kita bisa dapat isu2 baru,” (kalau dengan sering keluar tapi akhirnya jadi telat deadline, kayaknya ga efektif juga deh)


Trus kenapa sering pulang tanggo? Emangnya PNS 9 to 5. Wartawan sejati itu tidak terikat jam kerja. Loh?! Kalau kerjaan dah selese ngapain mesti di kantor sampe malem. Kalo toh ada kerjaan ato liputan, gw ga pernah nolak kok kecuali emang ga bisa bangetttt.

“wartawan sejati itu harus kerja keras dan berkorban. Susah sih. Tapi kalau kita sudah memilih pekerjaan itu, kita harus komit,” ucap seseorang dalam tim.

Maksutnya? Apakah saat ini gw kurang berkomitmen? Gw selalu tepat deadline kok n tulisan gw tidak pernah bermasalah. So, kenapa harus meributkan soal2 teknis kayak gitu. Yang dimaksud berkorban itu apa? Mengorban keluarga? No way!!! Belum tentu org di kantor sampe malem itu kerja kan, banyak hal lain yg dikerjakan. Mis.: maen game. Mending pulang tanggo trus kerjain di rumah. Kayak ga punya komputer aja di rumah. Heran...

Trus, apakah wartawan yg sering keluar dan pulang malem, tapi ga tepat deadline, disebut wartawan sejati? Apakah wartawan yg sering telat deadline bisa disebut wartawan yang baik?

“Kamu tuh kurang dinamis. Kalau seperti ini kamu bisa menghambat kedinamisan tim.”

What?! Kedinamisan yang mana? Sering telat deadline hingga harus diuber2 pemred yang akhirnya merugikan tim secara keseluruhan, itu yang disebut dinamis? Kalau gw emang bisa menghambat, Yo wis emang kerjaan di sini doang. Menyebalkan!!

(sori curhat colongan)

Langsing sehabis melahirkan...




Setelah Dika berumur 3 bulan, berat badan (BB) baru turun 11 kilo. Padahal, waktu hamil BB naek sampe 16 kilo. Berarti masih ada utang 5 kilo lagi. Saat sebelum hamil, BB cuma 5o kilo, hamil sampe lahiran naek jadi 66 kilo. Sebetulnya, dari Dika umur 2 bulan, BB udah turun 11 kilo, tapi kenapa yah dari situ kok susah banget turun lagi??



Kepanikan mulai terjadi ketika cuti melahirkan sudah selesai. Waduhhh... gimana ini? Dilihat dari pengalaman ibu2 hamil di kantor, biasanya mereka sudah kembali ke BB sebelum hamil setelah cuti 3 bulan. Bener aja.. hari pertama di kantor diwarnai dengan pertanyaan, "Kok masih gemuk sih Ka?" Huaaaaaa... udah turun 11 kilo neeeehhhhh!!!!

Sempet turun sekilo sehabis diare kemaren, eh skg malah naek sekilo lg. pusing deeeehhhh. Padahal, kalo ditilik-tilik sebetulnya gaya makan gw normal kok. Ga berlebihan gitu. Makan ya waktu makan doang, sarapan, siang, dan malem. Trus, ga terlalu ngemil juga. Kenapa yaaaaa....

Kurang olahraga? bisa jadi. Abis mau olahraga gimana, pulang kerja dah tepar . trus kalo wiken dihabisakan dengan anak n ngerjain kerjaan rumah tangga. ga ada waktu buat olahraga.

Sempet mau diet tapi ternyata ga boleh kalo gi menyusui. Kecuali anaknya dah 6 bulan. Anak 6 bulan dah dikasih makanan tambahan di samping ASI jadi ga tll bergantung lg sama susu. Dari semua artikel yang gw baca, semuanya melarang ibu menyusui untuk diet. Nah.. jadi tambah bingung kan.

Akhirnya, nyoba dinikmatin aja deh. Meski badan kayaknya berat n gerak pun tak lincah tapi anak is number one!. Coba nyari baju yg agak gombrong untuk menyaukan bentuk tubuh, untungnya skg kan lagi mode tuh baju model gombrong2. Tapi, karena bagian dada membesar karena berisi ASI, alhasil baju jadi terlihat lebih besar n badan pun terlihat lebih gendut. Duh.. tau ah, yg penting dinikmatin aja.

Yang pasti skg berusaha memepertahan BB yang 56 kilo, dan nanti setalah Dika berumur 6 bulan, baru deh diet. Moga berhasil! Doakan ya temans....






Sunday, November 30, 2008

Super Woman????

Kata orang, wanita itu sebetulnya lebih kuat secara fisik dibanding pria. Bagaimana tidak? Banyak wanita sekarang yang menjalani rutinitas super sibuk di kantor sekaligus berperan sebagai ibu di rumah. Itu yang gw alamin sekarang. Karena di rumah ga ada pembantu, sementara Dika dititipin ke tetangga, sepulang kantor gw ga bisa langsung berleha2 di rumah.

Jujur, berasanya capeeeeee banggggeeettttt. Tapi, entah dari mana tenaga selalu ada meski malamnya mesti bangunin misua buat gantian gendong Dika. mungkin karena itulah ada istilahnya super woman. Woman is so super hingga dia bisa bangun jam 5 pagi, lantas masak, beresin rumah, maen sama anak, mandiin anak, untuk kemudian berangkat ke kantor. Sesampainya di kantor langsung disibukkan olehkerjaan yang ga ada abisnya. sampai jam 5 sore bahkan kadang lebih otak rasanya ga beristirahat. Sesampainya di rumah harus kemudian nyuci, maen sama anak lagi, tidur untuk kemudian terbangun setiap 2-3 jam hingga pagi lagi

Apakah gw menikmati? Nop. Bukan karena capenya tapi gw berasanya ga maksimal di mana-mana. Ga maksimal di kantor plus ga maksimal juga di rumah.

Di kantor, bawaannya pengen pulanggggg muluuuu. jadi mesti raga di kantor, jiwa kayaknya di rumah. "Ka, besok pg ada wawancara di BI jam 9. trus tulisan A, tulisan B, tulisan C mesti selese besok ya!" yang ada di pikiran gw, "waduh... waktu buat keluarga terkikis lagi nih. gimana ya caranya biar cepet pulang...". Di tambah ada teguran dari atasan padahal gw ngerasa kinerja gw masih jauh lebih baik daripada org lain. Jadi tambah sebel!!

Kesimpulan : komitmen gw terhadap pekerjaan semakin hari semakin luntur

Di rumah, gw merasa ga maksimal merawat suami dan anak. Kalo malem, tiap maen sama Dika, tenaga sepertinya sudah terkuras abis. Mesti Dika berceloteh ramai, ibunya cuma biasa jawab,"iya... iya..." sambil terkantuk2. Sementara suami sibuk masak di dapur, "Pah self service aja ya. Dah ga punya tenaga nih buat masak." Paginya, ketika maen sama Dika, si ibu cuma bolak-balik ngeliat jam, "Aduh De, udah ya maennya, ayo mandi, mamah mau ke kantor nih" sambil teriak "Pah ada tukang bubur tuh, beliiiiiiiinnnnnn!!!!" Dengan terpongoh2 sang suami sambil mengaduk susu di gelas berlari keluar memanggil tukang bubur.

Kesimpulan: Gw ngerasa bukan seorang istri n ibu yang baik.

Apa yang harus gw lakukan...?

(bersambung)

Monday, November 17, 2008

Dika 3 Bulan

Anaking, 3 bulan pertama dalam kehidupanmu sudah lewat.

Sehat selalu ya sayang...

Kalo bobo dah miring2, n kepalanya sering turun dari bantal. Udah bisa ngangkat kepala meski belum lama. Kalo tengkurap masih harus dibantu. Dah bisa ketawa ngakak kalo gi dibecandain...


Friday, November 7, 2008

8 Mitos Pemberian ASI

MITOS 1.
Menyusui tidak dapat dilakukan bila payudara anda kecil dan puting anda rata (tenggelam).

KENYATAAN
Tampilan luar sama sekali berbeda dengan bagaimana ibu bisa memproduksi ASI atau mengeluarkannya. Puting yang terbalik (tenggelam) memang membutuhkan dulu persiapan sebelum menyusui. Bayi menyenangi ASI yang keluar baik dari payudara yang montok maupun yang ‘tipis’.

MITOS 2.
Menyusui sangat merepotkan.

KENYATAAN
Tidak ada cara yang lebih mudah daripada memberi makan bayi dengan ASI. Payudara tidak seperti botol harus dipersiapkan, ASI sendiri sudah tepat keenceran dan suhunya, tidak perlu disesuaikan dan diukur seperti halnya susu botol. Dan selalu siap bila bayi memerlukan. Pada saat anda di perjalanan anda tidak perlu mengkhawatirkan termos, sendok dll

MITOS 3.
Menyusui membuat anda terikat harus dekat dengan bayi anda

KENYATAAN
Yap, sedikit banyak memang begitu. Ibu bekerja yang menyusui memang akan sangat dimudahkan dengan fasilitas penitipan bayi. Namun yang bayinya dititipkan di rumah, bukan berarti tidak bisa menyusui dengan ASI. Ada cara penyimpanan yang bisa kita lakukan untuk membuat ASI bisa diberikan kepada bayi.

MITOS 4.
Menyusui akan merusak tampilan payudara

KENYATAAN
Payudara justru akan menjadi sehat manakala ibu menyusui. Sedangkan untuk lecet di kulit, biasanya hanya terjadi pada ibu menyusui untuk pertama kali, yang masih belum mengerti bahwa mulut bayi seharusnya meliputi semua areola, bukan hanya di putingnya saja.

MITOS 5.
Menyusui akan mengasingkan ayah

KENYATAAN
Ah .. masih banyak cara ayah ikut serta dalam memelihara bayinya .. salah satu yang cukup up to date sekarang ini adalah dengan pijat bayi. Saya menerapkannya pada 3 anak saya, dan bayi sangat menikmati bila itu sudah dimulai sejak dini. Pada anak kami di tahun kedua-ketiga, pijat-pijat ini berhenti karena anak cenderung lebih aktif. Tapi pada saat itu interaksi lainpun sudah mulai terjadi. Dan keterasingan sudah bukan masalah lagi.

MITOS 6.
ASI tidak mencukupi kebutuhan bayi

KENYATAAN
Ini bisa benar, bila bayi dimaksud diatas 6 bulan. Tapi nyata salah sekali bila yang dimaksud adalah bayi 0-6 bulan. ASI eksklusif (hanya memberikan ASI saja sampai usia 6 bulan) sangat mencukupi kebutuhan bayi, tanpa makanan tambahan apapun. Bahkan keenceran dan komposisinya tidak bisa ditiru makanan tambahan yang manapun.

MITOS 7.
Anak diberikan ASI tidak segemuk anak yang diberi susu botol

KENYATAAN
Ya. betul. Tapi gemuk bukan tujuan pertumbuhan anak. Anak harus tetap berada pada berat badan ideal. Sangat tidak boleh kekurangan, tapi juga terlarang berlebihan. Berlebihan berat badan juga akan membawa dampak penyakit-penyakit seperti diabetes, kolesterolemia dimasa dewasanya kelak.

MITOS 8.
Menyusui membuat badan ibu gemuk karena harus makan banyak

KENYATAAN
Ibu makan lebih banyak benar. Tapi menjadi gemuk berarti salah komposisi dalam diet ibu menyusui. Ibu yang menyusui memang harus mengkonsumsi protein, lemak tertentu dan vitamin-mineral tertentu. Karbohidrat yang berlebihan bisa menyebabkan kegemukan.

20 Alasan Memilih ASi baik

ini nih alasan yang bikin gw pengen banget ngasih ASI Eksklusif

1. ASI spesifik diciptakan untuk bayi. ASI sedikitnya mengandung se­ratus bahan yang tidak terdapat dalam susu sapi dan ticlak dapat dibuat di labo­ratorium. Terlebih lagi, tidak seperti susu formula, komposisi ASI selalu berubah untuk memenuhi kebutuhan bayi yang berubah-ubah: ada perbedaan antara kebutuhan pagi dan Siang; antara bulan pertama dan bulan ketujuh; antara bayi yang prematur dan bayi yang cukup umur kehamilannya.

2. Kemungkinan mengurangi risiko kanker payudara. Meskipun menyusui tampaknya tidak menjamin adanya per­lindungan terhadap kanker payudara yang terjadi setelah menopause.

3. Memberikan waktu istirahat. Biasanya dengan menyusui kondisi ibu otomatis santai dan ibu bisa beristirahat, harus dimaklumi kondisi hamil 9 bulan dan melahirkan memerlukan istirahat yang cukup untuk ibu kembali seperti semula.

4. Dapat dicerna dengan lebih baik. ASI dirancang untuk sistem pencernaan bayi manusia yang peka dan masih ber­kembang, dan bukan untuk bayi sapi. Proteinnya (sebagian besar adalah laktal­bumin) dan lemaknya lebih mudah dicer­na oleh bayi daripada protein (sebagian besar caseinogen) dan lemak susu sapi. Karenanya bayi yang menyusu ASI lebih jarang mengalami kolik, kembung, clan muntah yang berlebihan.

5. Mengandung lebih sedikit natrium dan protein. Karenanya akan lebih sedikit beban kerja pada ginjal bayi yang masih muda.

6. Pencegah kehamilan. Seorang ibu yang menyusui tidak mengalami mens­truasi untuk beberapa bulan setelah melahirkan. Pembentukan ovum dan menstruasi tidak terjadi pada kebanyakan ibu yang menyusui sedikitnya sampai bayi mulai mendapatkan tambahan ma­kanan yang cukup berarti (baik dalam bentuk susu formula atau makanan pa­dat), dan seringkali sampai bayi disapih, dan kadang-kadang sampai beberapa bulan sesudahnya. Namun ini tidak disarankan sebagai metode KB.

7. Pemberian ASI yang tidak terlalu merepotkan pada malam hari. Ibu tidak harus menuangkan air panas, mengukur suhu dan mengaduknya sampai larut.

8. Hubungan batin yang kuat antara ibu dan bayi. Sudah banyak yang bercerita tentang hubungan yang kuat ini. Terjadinya hubungan yang kuat ini mungkin karena adanya kontak kulit, mata dan perbincangan yang mungkin dilakukan dengan bayi anda.

9. Lebih banyak penyerapan kalsium. Hal ni sebagian disebabkan oleh rendahnya kadar fosforus dalam ASI. Jika berlebihan, mineral ini dapat mengganggu penggunaan kalsium.

10. Risiko alergi yang lebih rendah. Para bayi hampir tidak pernah alergi ter­hadap ASI-nya. Meskipun bayi akan peka terhadap sesuatu yang dimakan oleh ibu­nya dan masuk ke dalam air susu (terma­suk susu sapi), ia selalu dapat menerima ASI-nya sendiri dengan baik. Di sisi lain, > 10%bayi, menjadi alergi terhadap formula susu sapi setelah kontak pertama kali. (Masalah ini biasa­nya diatasi dengan penggantian dengan kedelai atau formula yang sudah dihidro­lisasi — meskipun dibandingkan dengan susu sapi, formula seperti ini komposi­sinya berbeda lebih jauh lagi dari ASI)

11. Tidak ada masalah sembelit atau diare. Karena ASI secara alami mem­punyai efek laksatif, maka bayi yang minum ASI akan mudah buang air besar, dan tidak terjadi sembelit. Juga, mes­kipun mereka sering buang air besar, ja­rang terjadi diare. ASI meng­hancurkan mikroorganisme berbahaya dan mendu­kung pertumbuhan mikroorganisme pesaingnya yang menguntungkan.

12. Lebih sedikit risiko terjadinya gatal-gatal karena penggunaan popok. Tinja bayi yang minum ASI jarang me­nimbulkan gatal-gatal semacam ini, tetapi keuntungan ini (begitu pula aromanya yang tidak terlalu menusuk) akan meng­hilang setelah bayi diberi makanan padat.

13. Kesehatan yang lebih baik bagi bayi. Setiap kali bayi menghisap payudara ibunya, bayi mendapatkan satu dosis antibodi untuk mendukung daya tahan mereka terhadap penyakit. Umumnya, bayi akan mengalami lebih sedikit batuk-pilek, infeksi telinga, dan penyakit lainnya daripada bayi yang minum susu botol, dan biasanya akan sembuh lebih cepat dan lebih sedikit komplikasi yang terjadi. Juga mereka lebih jarang masuk rumah sakit. Dan sebuah kajian terbaru juga mengatakan adanya penurunan jum­lah kanker pada bayi yang diberi ASI.

14. Jarang terjadi kegemukan. Se­ringkali, bayi yang mendapatkan ASI tidak segemuk teman seumurnya yang minum susu botol. Ini sebagian disebab­kan karena pada menyusu ASI, nafsu ma­kan bayilah yang mengatur jumlah susu yang diminum. Sedangkan pada pembe­rian susu botol, bayi kadang dipaksa minum sampai botol kosong. Kalori ASI selalu terkendali. Susu yang terakhir dihisap dalam satu kali masa menyusui, mengan­dung lebih tinggi kalori daripada susu yang dihisap pada saat awal, dan cende­rung membuat bayi merasa kenyang dan ini adalah tanda bagi bayi untuk ber­henti menghisap. Tetapi bayi yang terlalu sering diberi ASI, misalnya setiap kali ia marah, berat badannya dapat bertambah dengan terlalu cepat.

15. Lebih banyak mendapat kepuasan dari menghisap. Seorang bayi dapat te­rus menghisap payudara yang sudah ko­song, tetapi tidak dapat menghisap botol yang sudah kosong, untuk mendapatkan kepuasan yang optimum.

16. Kemungkinan meningkatkan meta­bolisme kolesterol. Penelitiannya memang belum jelas, tetapi telah ada be­berapa bukti bahwa bayi yang minum ASI mempunyai kadar kolesterol yang lebih rendah seperti orang dewasa, mung­kin karena metabolismenya lebih baik.

17. Perkembangan mulut yang lebih baik. Puting ibu dan mulut bayi adalah pasangan yang sempurna (meskipun seringkali hal ini sepertinya tidak benar pada saat pertama kali seorang ibu dan bayinya mencoba menyusui). Bahkan dot pengganti puting yang paling ilmiah se­kalipun tidak dapat memberikan latihan kepada rahang, gusi dan gigi bayi seperti yang mereka dapatkan dari puting, ibunya – latihan yang menjamin terjadinya per­kembangan mulut yang optimum. Dan karena pada menyusu ASI lidah tidak harus menjulur ke depan seperti jika menyusu pada botol, maka bayi yang menyusu ASI jarang mendapatkan masa­lah gigi dibandingkan bayi yang minum susu botol.

18. ASI mudah dan selalu tersedia. Siap pakai, bersih dan selalu berada dalam suhu yang tepat. Sangat mudah didapat. Tidak akan terjadi kehabisan persediaan, tidak harus pergi ke toko, tidak perlu botol untuk disterilkan atau diisi kembali, tidak ada kaleng yang harus dibuka, tidak perlu menghangatkan. Di mana pun anda berada – di jalan, di restoran, di pantai – semua kebutuhan pangan bayi anda akan selalu tersedia dan menunggunya. Bila ibu dan bayi harus berpisah, untuk satu malam atau bahkan selama akhir minggu, ASI dapat dikeluarkan terlebih dahulu dan disimpan di lemari es untuk kemu­dian diberikan melalui botol.

19. Biayanya rendah. ASI tersedia dengan cuma-cuma, sementara susu botol bisa sangat mahal.
Pemulihan yang lebih cepat bagi ibu. Menyusui adalah kegiatan yang baik bagi tubuh ibu. la akan membantu rahim mengerucut kembali ke ukuran sebelum hamil dengan lebih cepat.

20. Pemulihan yang lebih cepat bagi ibu. Menyusui adalah kegiatan yang baik bagi tubuh ibu. la akan membantu rahim mengerucut kembali ke ukuran sebelum hamil dengan lebih cepat.

Kerja dan ASI eksklusif

Karena dah mau mulai kerja, gw bingung dengan susu Dika. Pengen banget ngasih ASI eksklusif karena ASI memang makanan terbaik sampai bayi 6 bulan, tapi gw khawatir bakal Keteteran. Pasalnya Dika kalau minum susu kuat banget (baca: sering dan banyak). Memang sih bisa disiasati dengan menstok ASI di kulkas. ASI kan kuat sampai 8 hari kalau disimpen di kulkas bawah. Tapi, gw ga pede. kemaren dah coba nyimpen ASI selama 2 hari. Dika ga papa sih, dia suka2 aja. Gw aja yang ketakutan. ga tau deh masih bingung aja nih... mo ditambahin susu formula ga ya....

Wednesday, October 22, 2008

Dika 2 bulan

Dah bisa senyum kalo liat ortunya. Dah bisa memberikan reaksi kalo diajak ngobrol. Dah mulai mengeluarkan suara2....



Wednesday, October 8, 2008

Aqiqah...



Di bogor, selain berlebaran Kita beraqiqah dan cukuran. Dika blm dicukur meski umurnya dah lebih dari 40 hari.


Beraqiqah di bogor lumayan murah dibanding di jakarta. 2 kambing plus biaya masak (sate n gulai) plus ongkos kirim hanya menghabiskan 1,6 jt. irit banget kannn... Alhamdulillah, sebagai orang tua, kami dah bisa melaksanakan kewajiban kami yg pertama, menyediakan kendaraan buat Dika di akhirat nanti.